Setelah membaca judul
(Wanita-Wanita Malam) diatas,
mungkin
yang terbayang dalam benak kita adalah sosok
wanita
pelacur dengan dandanan yang seronok, make up
yang
tebal dan bau parfum yang menyengat. Seolah
mengisyaratkan
pada hal yang nista. Tapi
wanita-wanita
malam kali ini bukan itu
esensinya.
Wanita-wanita
malam ini adalah wanita yang dengan segala
aktifitasnya dapat kita teladani, demi meraih ridho
Allah SWT.
Malam
adalah nama sebuah waktu disaat tubuh seorang
hamba
menagih untuk beristirahat. Ketika mentari
kembali
keperaduannya dan sang rembulan menampakkan
wajahnya.
Pada
dasarnya siapa saja yang mendayagunakan waktu
malam
dengan baik berarti ia termasuk orang-orang
malam
dan siapa saja yang mendayagunakan waktu siang
dengan
baik berarti ia termasuk orang-orang siang. Dan
BARANG
SIAPA YANG MENGUMPULKAN DUA KEBAIKAN INI
BERARTI
IA TERGOLONG ORANG-ORANG YANG MENANG DAN
BERUNTUNG.
Salah
satu teladan kita yang termasuk wanita-wanita
malam
adalah istri Habib Muhammad Al-Farisi, yang
selalu
membangunkan suaminya di malam hari untuk
qiyamullail
dengan bait-bait syairnya:
Bangunlah
Habib! Jalan masih panjang Sedang kita masih
kekurangan
bekal
Kafilah
orang-orang shalih telah berlalu di depan
Sementara
kita masih berdiri tertinggal
Wahai
yang tidur di malam hari Lama sudah engkau
terlelap
Bangunlah
wahai kekasihku Kini saatnya untuk bersiap
Hiasilah
waktu-waktu malam dengan wiridan Di saat
manusia
menghiasinya dengan dengkuran
Barangsiapa
terlelap hingga fajar tiba Demi Allah ia
tidak
akan meraih posisi
Kecuali
dengan bermujahadah
(Al-Mahhajjah
fii Sairid Daljah)
Inilah salah satu sifat wanita-wanita malam,
membangunkan
suaminya untuk qiyamullail bersama. Pada
dasarnya
SETIAP ORANG YANG
MELAKUKAN KEBAIKAN INGIN
SENANTIASA
BERADA DI BARISAN PALING DEPAN MENDAHULUI
YANG
LAINNYA DALAM MENITI JALAN MENUJU ALLAH. Akan
tetapi
SEORANG ISTRI YANG MENYAYANGI DAN BERBAKTI
KEPADA
SUAMI BERUSAHA MENDAYAGUNAKAN WAKTUNYA SECARA
BERSAMA
BERIRINGAN, AGAR SAMA-SAMA MENDAPATKAN PAHALA
SEHINGGA
BISA BERSAMA PULA MASUK KE DALAM SYURGA,
meskipun
hal itu kadang mengundang kemarahan suami
yang
sedang tidur.
Rasulullah
SAW telah menganjurkan hal ini dengan
sabdanya,
"Semoga
Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada seorang
suami
yang bangun di malam hari lalu sholat dan
membangunkan
istrinya, jika enggan bangun ia
memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah
melimpahkan
rahmat-Nya kepada istri yang bangun di
malam
hari lalu sholat dan membangunkan suaminya, jika
enggan
bangun ia memercikkan ke wajahnya. “
(HR.Abu Dawud,
Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban,)
Andakah wanita-wanita malam itu ?

Komentar
Posting Komentar